The Karate Kid (1984) : Karate Amerika dan Cobra Kai
![]() |
Courtesy of Columbia Pictures, 1984 |
“We make sacred pact. I promise teach karate to you, you promise learn. I say, you do, no questions.”
Serial Cobra Kai yang telah melewati dua musim berturut-turut dari 2018 hingga 2019 tersebut, ternyata mendapat sambutan yang luar biasa baik dari kritikus maupun jumlah penontonnya. Khususnya bagi generasi terkini yang belum mengetahui apa itu Cobra Kai, maka disarankan untuk menonton film The Karate Kid (bukan versi remake) yang diperankan oleh salah satu anggota Brat Pack angkatan 80’an, yakni Ralph Macchio.
Cobra Kai mengisahkan 34 tahun setelah akhir cerita dalam film The Karate Kid, dengan fokus pada karakter Daniel LaRusso, Johnny Lawrence dan belakangan, John Kreese kembali muncul. Franchise film The Karate Kid sendiri mulanya terdiri dari 4 film sekuel dan 1 film remake, hingga menjadi salah satu film ikonik dalam pop culture Hollywood.
Film pertamanya, yakni The Karate Kid, meluncurkan karir Ralph Macchio yang sebelumnya ikut dalam film gerombolan Brat Pack berjudul The Outsiders (1983), juga kembali membesarkan nama Pat Morita, seorang aktor yang lebih populer lewat serial televisi. Film ini disutradarai oleh John G. Avildsen yang juga pernah menggarap film bertemakan sports sekelas Oscar, yakni Rocky (1976).
![]() |
impawards.com |
The Karate Kid mengisahkan Daniel LaRusso (Ralph Macchio) dan ibunya tiba dari kota lain menuju Los Angeles, dan menempati unit di apartemen, yang diurus oleh Mr Miyagi (Pat Morita). Di sekolahannya, Daniel tertarik dan berteman dengan seorang cheerleader bernama Ali Mills (Elisabeth Shue), namun Johnny Lawrence (William Zabka) yang mantan kekasih Ali menjadi cemburu dan tidak senang.
Johnny dan geng-nya kemudian menganiaya Daniel, namun akhirnya ditolong oleh Miyagi yang ternyata jago bela diri karate. Merasa dirinya lemah, Daniel pun memohon kepada Miyagi untuk diajarkan ilmu karate kepadanya, namun Miyagi menolak dan malah mendamaikan Daniel dengan Johnny, dengan mendatangi tempat kursus karate Johnny bernama Cobra Kai.
![]() |
Courtesy of Columbia Pictures, 1984 |
Pelatih sekaligus pemilik Cobra Kai yang juga veteran Perang Vietnam bernama John Kreese (Martin Kove) menolak tawaran damai Miyagi. Akhirnya Miyagi menawarkan usulan agar Daniel bisa bertanding dengan Johnny dalam kejuaraan All-Valley Karate Champiosnhips untuk menyudahi penganiayaan terhadap Daniel, sekaligus menjadi ajang pembuktian mereka berdua. John menerima usulan Miyagi, dengan syarat jika Daniel tidak ikut dalam pertandingan tersebut, maka penganiayaan dan bullying pun akan terus berlanjut.
Seperti umumnya film-film remaja, sebuah kisah tentang seseorang yang kena bullying oleh teman-temannya merupakan hal yang biasa, seperti pada awal cerita di film ini, bagaimana karakter Daniel yang tinggal bersama ibunya yang merupakan single mom, harus survive beradaptasi dengan lingkungan baru.
![]() |
Courtesy of Columbia Pictures, 1984 |
Yang menarik adalah naskah yang kuat di film ini, mirip dengan film Rocky, bahwa karakter Daniel merasa begitu frustasi dan tak tahan terhadap bullying dan penganiayaan yang dilakukan kawanan Johnny terhadapnya, hanya gara-gara Daniel dekat dengan Ali. Sedangkan pertemuan awal Daniel dengan Miyagi pun sempat mengalami rintangan, alih-alih Daniel berharap Miyagi mau langsung mengajarkan karate kepadanya. Melalui Miyagi-lah, pandangan Daniel berubah tentang aksi balas dendam, bela diri serta harga diri dan perdamaian.
Jika karakter John Kreese yang digambarkan antagonis dan kejam (no mercy) melalui Dojo-nya yakni Cobra Kai, maka kontras dengan filosofi Miyagi yang awalnya enggan mengajarkan karate kepada Daniel. Di film ini juga dengan gamblang memperlihatkan perbedaan pandangan serta sikap murid-murid Cobra Kai termasuk Johnny dan kawanannya, dengan Miyagi yang mengajarkan kepada Daniel dengan metode yang tidak biasa.
![]() |
Courtesy of Columbia Pictures, 1984 |
Kehebatan akting Ralph Macchio itulah yang mampu menghidupkan kedinamisan karakter Daniel yang dalam setengah jalan cerita, masih belum bisa menemukan titik terang, maksud dan tujuan yang Miyagi ajarkan kepadanya, termasuk di awal-awal latihan karate. Untungnya, Daniel masih mau belajar meski ia keras kepala dan merasa semakin frustasi akan kondisi yang dialaminya.
Film ini juga menjadi ajang pembuktian akan karakter utama yang berasal dari lingkungan menengah, berusaha keras untuk membuktikan sesuatu untuk tujuan akhir cerita, bahwa dalam kompetisi serta bahkan meraih kemenangan bukan semata-mata untuk menuntaskan kepuasan. Hal lainnya sangat terlihat ketika kedua orangtua Ali yang berasal dari lingkungan kaya, tentu saja lebih merestui hubungan Ali dengan Johnny dibandingkan Daniel.
![]() |
Courtesy of Columbia Pictures, 1984 |
Selain Macchio, penampilan dan akting berkarisma dari Pat Morita pun turut memiliki andil besar di film ini bahkan dinominasikan di ajang Oscar dan Golden Globe dalam kategori aktor pendukung terbaik, padahal background Morita adalah seorang aktor komedi.
Cobra Kai adalah sebuah merek yang sekiranya mudah diingat dan terkesan cool untuk sebuah Dojo fiktif dalam film ini, dengan logo ular kobra yang terpampang sangar lengkap dengan jubah hitamnya, menjadikan identitas antagonis yang ikonik. Maka tak heran jika Cobra Kai dijadikan judul serial untuk kembali menghidupkan franchise film The Karate Kid.
Koreografi dalam pertandingan kompetisi karate menjelang akhir cerita, diperlihatkan dengan gaya yang natural mirip dengan film Rocky, tanpa dramatisasi berlebihan seperti dalam film-filmnya Van Damne atau film-film martial arts modern lainnya. Selain itu, beberapa adegan ikonik seperti menangkap lalat dengan sumpit, latihan keseimbangan dengan berdiri di tepi perahu di atas danau, serta latihan “the crane kick” di tepi pantai saat sunset, sangatlah menarik.
Film The Karate Kid bukanlah film martial arts action semata, namun mampu mengkombinasikan narasi akan problematika seorang remaja dalam sebuah solusi terhadap bullying dan harga diri, serta bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan. Sosok Miyagi bagi Daniel dalam perjalanan kisahnya seperti figur ‘ayah’ yang tidak hanya mengajarkan ilmu bela diri semata, sehingga Daniel pun berusaha untuk lepas dan mengakhiri “Cruel Summer” (soundtrack lagu Bararama di film ini) terhadap dirinya.
Score : 4 / 4 stars
The Karate Kid | 1984 | Drama, Teen, Sports | Pemain: Ralph Macchio, Pat Morita, Elisabeth Shue, William Zabka, Martin Kove | Sutradara: John G. Avildsen | Produser: Jerry Weintraub | Penulis: Robert Mark Kamen | Musik: Bill Conti | Sinematografi: James Crabe | Distributor: Columbia Pictures Distribution | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 127 Menit